MYANMAR KULINER

memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya masuk dalam daftar kuliner yang wajib dicoba. Selain namanya yang unik, rasanya tidak ada di tempat lain. Jika Anda berkunjung ke negara tetangga, jangan lupa untuk menyempatkan diri untuk berwisata kuliner.

  1. Hto-hpu Nwe

Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, Hto-hpu Baru memiliki arti sederhana, “Tahu Hangat”. Tapi jangan tertipu, masakan yang satu ini tidak dibuat dengan tahu, melainkan dengan tepung kacang polong yang diolah hingga menjadi lembek seperti bubur berwarna kekuningan. Untuk penyajiannya disajikan dengan kuah kaldu daging, irisan daging, minyak cabai dan potongan sayuran.

 

Sekilas memang mirip dengan bubur ayam di Indonesia. Sebagai catatan, ada dua pilihan irisan daging yang disajikan bersama Hto-hpu Nwe, yakni ayam dan babi. Jika Anda beragama Islam, jangan lupa untuk meminta kepada penjual untuk menyajikannya dengan irisan ayam karena terkadang ada penjual yang mencampurkan kedua daging tersebut untuk menambah rasa gurih dari Hto-hpu Nwe.

 

Senin ke-2 Sel

Jika Korea Selatan memiliki Ramyeon, Myanmar tidak akan ketinggalan dengan Mont Di. Bahan utamanya adalah bihun dengan daun yang cukup tebal, berbeda dengan bihun di Indonesia yang bentuknya tipis. Setelah bihun matang, cukup disajikan dengan kuah terasi ikan. Jenis ikan yang digunakan untuk pasta adalah Nga-pi, yang hanya ditemukan di perairan Myanmar. Tak heran jika rasa Mont Di sangat khas.

 

Agar lebih nikmat, Mont Di biasanya dinikmati dengan pendamping Nga-shwe, sejenis ikan yang lebih mirip belut yang digoreng dengan tepung. Berkat persiapan dan waktu penyajiannya yang sangat singkat, turis asing biasanya mengira Mont Di sebagai makanan cepat saji. Padahal, kuliner ini merupakan makanan khas Myanmar.

Baca Juga:  MAKANAN BULGARIA

 

  1. Laphet Thohk

Salad khas Myanmar, itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan Laphet Thohk. Mengikuti kebiasaan warganya yang gemar mengkonsumsi daun teh secara langsung, maka terciptalah menu ini. Daun teh yang telah melalui proses fermentasi disajikan dengan irisan kol, tomat, cabai, bawang putih, dan kacang tanah sangrai. Anda bisa memakannya sebagai hidangan pembuka, hidangan utama, atau hidangan penutup.

 

4.Mohinga

Jika Mont Di terbuat dari bihun, ada lagi mi khas Myanmar yang lebih mengenyangkan, yaitu Mohinga. Mie yang digunakan berbahan dasar tepung beras, sehingga memiliki tekstur yang kental dan kenyal serta berwarna kekuningan. Mie kemudian direndam dalam saus yang terbuat dari kaldu ikan dan bawang putih. Selanjutnya, tambahkan irisan daging ikan, telur rebus, dan air jeruk nipis untuk disajikan.

 

  1. Tanpa Htamin

Nasi kuning dari Myanmar, itulah Nga Htamin. Dari segi tampilan dan rasanya mirip dengan nasi kuning khas Indonesia. Warna kuning pada Nga Htamin juga berasal dari kunyit dan ditambahkan rempah-rempah untuk menciptakan aroma dan rasa yang khas. Bedanya, sajian ini disajikan dengan ikan rebus, pasta tomat, irisan kentang rebus, dan irisan bawang goreng.

 

Bukan itu saja, jika ingin rasa nga htamin lebih enak, bisa ditambahkan irisan cabai goreng. Komponen tambahan ini khusus hanya untuk pecinta pedas jika Anda tidak dapat memutuskan rasa asli dari nga htamin yang gurih. Makanan ini selalu cocok sebagai hidangan utama karena sangat mengenyangkan.

Baca Juga:  makanan korea utara

 

  1. Ohn No Khao Swe

Makanan khas Myanmar berikutnya adalah Ohn-No Khao Swe, yang lagi-lagi terdiri dari mie. Tidak heran, karena masyarakat di sana adalah penggemar pasta yang besar. Mie yang digunakan untuk menu ini adalah mie gandum yang rendah karbohidrat dan tinggi protein sehingga cocok juga untuk menu diet.

 

Ohn-No Khao Swe berupa mie gandum yang disajikan dengan saus kari dan ayam. Irisan bawang bombay, cabai dan telur rebus ditambahkan sebagai pelengkap. Sentuhan terakhir untuk menambah rasa segar pada sajian santan ini adalah perasan air jeruk nipis dan kecap ikan. Ohn-No Khao Swe harus segera disantap hangat-hangat.

 

  1. Kari Burma

Jika Anda tidak ingin makan sup kari dengan mi seperti Ohn-No Khao Swe, Anda bisa mencoba kari Burma atau kari Burma. Hidangan kari khas Myanmar ini disajikan dengan nasi hangat yang memiliki ciri khas seperti nasi uduk, atau nasi gurih di Indonesia. Dari segi rasa, tidak terlalu jauh dari gulai pada umumnya.

 

Namun, khusus di Myanmar, kari Burma ditawarkan dengan pilihan jenis daging yang berbeda. Mulai dari ayam, sapi, domba, ikan hingga babi. Anda bisa memilih daging yang ingin disajikan dengan menu kuah kuning kental ini. Kari Burma juga relatif mudah ditemukan di seluruh pelosok Myanmar, dijual oleh pedagang kaki lima hingga restoran bintang lima.

 

  1. Mont Lone Yay Baw

Jika Anda berasal dari Jawa dan melihat masakan khas Myanmar ini, Anda mungkin berpikir tentang klepon, salah satu kue tradisional Jawa. Tidak dapat disalahkan karena terlihat sangat mirip; Bentuknya bulat kecil dan diberi taburan kelapa parut. Bahannya juga sama yaitu tepung ketan.

Baca Juga:  15 Makanan Khas Tegal Yang Bakalan Bikin Kamu Ngiler !

 

Bedanya, Mont Lone Yay Baw berwarna putih, tanpa pewarna pandan seperti Klepon, memberikan warna hijau. Juga, jika klepon memiliki isian gula merah cair, bukan permen Myanmar ini. Mont Lone Yay Baw merupakan salah satu kuliner jalanan utama Myanmar dan mudah ditemukan di berbagai pedagang kaki lima di sana.

 

  1. Sanwin Makin

Mont Lone Yay Baw tidak hanya cocok sebagai dessert saat berkunjung ke Myanmar. Alternatifnya bisa Sanwin Makin yang mirip dengan kue Bika Ambon. Tepung yang digunakan untuk membuat Sanwin Makin adalah tepung terigu, jadi Anda tidak perlu khawatir akan risiko diabetes atau obesitas jika mengonsumsinya dalam jumlah banyak.

 

Untuk mencapai rasa gurih dan manis yang seimbang, Sanwin Makin dibuat dengan penambahan mentega, gula dan kelapa selain menggunakan tepung terigu. Adonan yang sudah jadi kemudian dipanggang dalam oven. Setelah matang, biasanya disajikan dalam potongan persegi kecil yang rapi.

 

  1. Kyay Oh

Masakan Myanmar terakhir yang tidak boleh dilewatkan adalah Kyay Oh. Mie juga dijadikan sebagai bahan utama masakan kuliner ini. Hampir mirip dengan Mont Di, tetapi saus yang digunakan untuk Kyay Oh berasal dari kaldu ayam, sehingga risiko reaksi alergi lebih kecil daripada Mont Di yang menggunakan kaldu ikan. Satu porsi Kyay Oh disajikan dengan tahu, bok coy, irisan ayam dan telur puyuh.

 

Nah, selain melihat berbagai keunikan pagoda di Myanmar, sempatkan juga untuk berwisata kuliner agar berkesempatan mencicipi makanan khas Myanmar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.